Jumat, 07 Juni 2013

SARANA PRASARANA KOKOH UNTUK MENCETAK GENERASI YANG KOKOH



Pendidikan merupakan hak seluruh warga negara Indonesia, semua lapisan masyarakat berhak atas pendidikan yang layak dan berkualitas. Pendidikan Indonesia memiliki tujuan besar yaitu mencerdaskan segenap warga negara Indonesia. Selain tujuan besar tersebut, pendidikan Indonesia memiliki tujuan untuk menghasilkan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Generasi penerus bangsa yang berkualitas merupakan aset berharga bagi negara untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera dan berdaya saing tinggi.
      Generasi penerus bangsa yang berkualitas memiliki karakter kokoh : kokoh dalam keimanannya, kokoh dalam keilmuannya dan kokoh dalam akhlaknya.
1.  Kokoh dalam keimanannya
Generasi penerus bangsa yang berkualitas harus memiliki kecerdasan spiritual dan keyakinan yang kuat akan ketuhanan. Hal ini merupakan modal utama untuk menjadi seorang generasi penerus bangsa yang berkualitas. Kecerdasan spiritual merupakan alat pengontrol diri agar selalu berada pada jalur yang diajarkan agama dan tidak melanggar peraturan yang telah ditetapkan negara. Kecerdasan spiritual ini akan menghasilkan keimanan yang kokoh dan semua ini harus menjadi salah satu tujuan pendidikan di Indonesia.
2. Kokoh dalam keilmuannya
Untuk meningkatkan kesejahteraan dan daya saing Indonesia dengan negara lain, maka diperlukan generasi penerus bangsa yang profesional dalam bidang keilmuannya. Pendidikan Indonesia harus mengarahkan pada pendidikan yang menyeimbangkan antara teori dan aplikasi, dalam artian pendidikan yang diberikan harus mampu mencerdaskan generasi penerus bangsa secara teori dan mampu memberikan penekanan pada tataran aplikasi dari teori yang dipelajari. Ketika teori dan aplikasi seimbang dan berkesinambungan, maka diharapkan akan terlahir generasi penerus bangsa yang kokoh dalam keilmuannya.
3. Kokoh dalam akhlaknya
Indonesia merupakan bangsa yang berbudaya luhur dengan nilai-nilai kehidupan yang mulia. Untuk menjaga budaya luhur tersebut diperlukan sistem pendidikan yang mengarahkan pada pembentukan akhlak yang kokoh dan karakter yang mulia. Akhlak yang kokoh akan menjadikan generasi penerus bangsa menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, sehingga dengan hal tersebut Indonesia akan menjadi bangsa yang terpandang di dunia internasional.
Tiga karakter kokoh tersebut merupakan karakter yang harus dimiliki generasi penerus bangsa demi terwujudnya Indonesia yang maju dan sejahtera.
    Untuk mewujudkan karakter kokoh tersebut diperlukan sistem pendidikan yang berkualitas. Penunjang keberhasilan pendidikan yang berkualitas antara lain dipengaruhi oleh sarana dan prasarana pendidikan. Sarana dan prasarana pendidikan yang kokoh dan berkualitas diharapkan mampu menghasilkan generasi penerus bangsa yang kokoh dan berkualitas pula. Sarana dan prasarana pendidikan terdiri dari sarana prasarana aspek fisik dan aspek non fisik. Untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang kokoh, maka kedua aspek sarana prasarana ini pun harus dibuat kokoh. Berikut ini sarana dan prasarana yang bisa menunjang keberhasilan generasi penerus bangsa yang kokoh :
1.    Sarana dan Prasarana Fisik
Sarana dan prasarana fisik merupakan sarana prasarana yang tampak bentuk dan ukurannya. Sarana prasarana fisik ini perlu dibuat kokoh untuk memperlancar pelaksanaan sistem pendidikan. Sarana dan prasarana fisik terdiri dari bangunan-bangunan sekolah yang meliputi ruang kelas, laboratorium, lapangan olah raga, ruang ekstrakulikuler, aula, ruang guru, perpustakaan dan tempat ibadah. Bangunan-bangunan tersebut perlu dibangun secara kokoh dan berstandar nasional supaya tidak ada lagi bangunan roboh atau bocor karena hal tersebut dapat mengganggu kelancaran proses pelaksanaan sistem pendidikan pada tataran sekolah. Sarana dan prasarana perlu dibuat kokoh dengan tujuan sebagai berikut :
a. Untuk menciptakan suasana yang nyaman dalam proses belajar mengajar. Suasana nyaman dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan keseriusan siswa dan guru dalam mempelajari suatu ilmu. Keseriusan dalam mempelajari ilmu ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi siswa secara keilmuan.
b.  Untuk membangkitkan motivasi belajar dan mengajar. Ruangan kelas yang nyaman dan tertata rapi dapat membangkitkan semangat belajar siswa serta dapat membangkitkan semangat guru ketika mengajar. Oleh karena itu semua ruangan yang terlibat dalam proses belajar mengajar sebaiknya kokoh, layak dan tertata rapi.
c.  Untuk memenuhi kebutuhan intelektual, emosional dan spiritual baik siswa maupun guru. Bangunan-bangunan yang ada dalam lingkungan sekolah sebaiknya dapat membuat sinergitas antara kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual. Ruang perpustakaan, ruang kelas serta laboratorium yang bersih akan menjadi tempat yang nyaman untuk meningkatkan intelektualitas siswa. Sementara itu ruang ekstrakulikuler dan sarana olahraga yang kokoh dan berkualitas dapat dijadikan tempat bagi siswa untuk meningkatkan kecerdasan emosionalnya melalui interaksi sosial dengan semua warga sekolah. Bangunan ibadah yang kokoh dan nyaman memiliki peran penting juga untuk perkembangan kecerdasan siswa, terutama untuk peningkatan kecerdasan spiritual siswa.
d.  Untuk memperlancar proses sistem pendidikan pada tataran sekolah. Sebagai tataran pelaksana dari setiap kebijakan dari pemerintah, sekolah sebaiknya memiliki sarana dan prasarana yang kokoh, berstandar dan berkualitas sehingga pelaksanaan sistem pendidikan dapat berjalan dengan lancar.
2.    Sarana dan Prasarana Non-Fisik
Sarana non fisik perlu dikembangkan sebagai bentuk sinergitas dengan sarana prasarana fisik, pengembangan sarana prasarana non fisik dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas elemen-elemen yang terlibat dalam pelaksanaan sistem pendidikan diantaranya adalah guru. Guru merupakan elemen penting dalam setiap pelaksanaan sistem pendidikan yang digulirkan oleh pemerintah, guru yang berkualitas akan menghasilkan proses pembelajaran yang berkualitas, jika pembelajaran sudah berkualitas maka akan menghasilkan generasi yang berkualitas juga. Oleh karena itu bentuk dari pengokohan sarana dan prasarana non fisik dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas guru melalui kegiatan seminar, pelatihan, workshop dan kegiatan-kegiatan musyawarah guru mata pelajaran. Guru yang berkualitas diharapkan mampu menyajikan pembelajaran yang mampu mensinergikan antara kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual, sehingga generasi yang kokoh akan terlahir dari proses pembelajaran dan guru yang berkualitas.
Berdasarkan uraian tersebut terlihat bahwa untuk menghasilkan generasi penerus bangsa yang kokoh dan berkualitas, maka diperlukan sebuah sistem pendidikan yang berkualitas pula, kelancaran pelaksanaan sebuah sistem pendidikan sangat ditunjang oleh sarana dan prasarana yang kokoh dan berkualitas baik sarana prasarana fisik maupun sarana prasarana non fisik.

INQUIRY DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

Oleh : Abdul Latip, S.Pd 
latifchemist@yahoo.com 

Pada kurikulum 2013 terdapat beberapa perubahan, perubahan tersebut salah satunya pada jam pelajaran. Pada kurikulum 2013 terdapat penambahan jam pelajaran, penambahan jam pelajaran tersebut didasarkan pada hasil analisis mengenai efektifitas pembelajaran. Penambahan jam pelajaran diharapkan mampu meningkatkan efektifitas pembelajaran di kelas sehingga menghasilkan pembelajaran yang berkualitas dan mampu memfasilitasi semua potensi siswa baik potensi intelektual, emosional maupun spiritual. 

Rasionalisasi penambahan jam pelajaran tersebut antara lain adanya perubahan proses pembelajaran, pada kurikulum 2013 proses pembelajaran diharapkan mampu mengarahkan siswa untuk mencari, membangun dan menemukan konsep sendiri, siswa dibimbing dan difasilitasi oleh guru untuk menemukan konsep dengan tidak diberi tahu secara langsung oleh guru mengenai konsep yang sedang dipelajari. Penerapan proses pembelajaran seperti itu diharapkan mampu meningkatkan sikap ilmiah siswa sehingga konsep yang dipelajari akan tertanam secara kuat dalam benak siswa. 

Rasionalisasi lain dari penambahan jam pelajaran pada kurikulum 2013 adalah adanya perubahan pada proses penilaian yang tidak hanya terfokus pada hasil belajar, tetapi yang menjadi bahan penilaian pada implementasi kurikulum 2013 adalah hasil belajar dan proses untuk mendapatkan hasil belajar tersebut. Adanya perubahan proses penilaian pada kurikulum 2013 diharapkan mampu meningkatkan kompetensi siswa baik secara kognitif, afektif maupun psikomotor. Penilaian pada proses dan hasil belajar diharapkan mampu meningkatkan kreatifitas siswa ketika belajar sehingga orientasi siswa tidak terbatas pada nilai akhir tetapi juga pada kemampuan dan keahlian ketika proses pembelajaran berlangsung. 

Adanya perubahan pada proses pembelajaran dan proses penilaian pada implementasi kurikulum 2013 ini akan berdampak pada penerapan strategi pembelajaran di kelas. Salah satu strategi pembelajaran yang memiliki orientasi pada proses dan hasil belajar adalah strategi pembelajaran inquiry. Strategi pembelajaran inquiry mengarahkan dan menuntun siswa untuk mencari, membangun dan menemukan konsep sendiri, hal tersebut sesuai dengan proses pembelajaran pada implementasi kurikulum 2013. Pada strategi pembelajaran inquiry juga, proses penilaian tidak terbatas pada hasil belajar siswa, tetapi proses pada setiap tahapan pembelajaran menjadi bahan penilaian. Hal tersebut pun sejalan dengan proses penilaian pada implementasi kurikulum 2013 yang berorientasi pada proses dan hasil pembelajaran. Berikut penjelasan keterkaitan antara tahapan pada strategi pembelajaran inquiry dengan implementasi kurikulum 2013 dalam hal proses pembelajaran dan proses penilaian : 

1. Tahap Mengamati Tahap mengamati merupakan tahapan awal dalam strategi pembelajaran inquiry. Pada tahap ini guru memberi stimulus berupa penjabaran mengenai fenomena-fenomena yang sering siswa jumpai dan memiliki keterkaitan dengan konsep yang akan dipelajari. Berdasarkan fenomena-fenomena yang diberikan kepada siswa diharapkan akan muncul permasalahan yang akan siswa kaji selama pembelajaran. Tahapan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa ingin tahu siswa tentang konsep yang akan dipelajari sehingga siswa akan diarahkan untuk mencari, membangun dan menemukan konsep tersebut. 

2. Tahap mengajukan pertanyaan dan hipotesis Pada tahap ini siswa diberikan kesempatan untuk mengajukan berbagai pemikiran berupa prediksi dan dugaan sementara dari setiap permasalahan yang mereka temukan. Pada tahap ini diharapkan adanya usaha siswa untuk mencari, membangun dan menemukan sendiri konsep yang sedang dipelajari, sehingga akan melatih kreatifitas dan softskill siswa.

 3. Tahap membuktikan Pemikiran yang telah dikemukan siswa pada tahap mengajukan pertanyaan dan hipotesis dibuktikan melalui berbagai rancangan yang dibuat dan didesain sendiri oleh siswa. Pada tahapan ini akan terlihat proses melatih keterampilan siswa dalam hal berpikir, merancang strategi, memecahkan masalah, dan bekerja sama. Pada tahap ini peran guru sangat penting dalam mengarahkan siswa agar tetap terarah pada konsep yang sedang dipelajari. Tahapan ini merupakan tahapan penting yang akan menjadikan siswa mencari, membangun dan menemukan konsep sendiri.

4. Tahap membuat kesimpulan Pada tahap ini siswa diharapkan mampu membuat kesimpulan berdasarkan hasil dari rangkaian tahapan selama proses pembelajaran. Pada tahap ini akan terlihat kebenaran dan kesesuaian konsep yang dicari, dibangun dan ditemukan oleh siswa dengan konsep yang seharusnya. 

5. Tahap mengkomunikasikan Pada tahap ini siswa dilatih untuk mengkomunikasikan semua temuan selama proses pembelajaran berlangsung, tahapan ini melatih siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam berbicara, menyampaikan pendapat dan berdiskusi. 

Berdasarkan tahapan-tahapan pada strategi pembelajaran inquiry, terlihat jelas bahwa siswa dituntun dan dibimbing oleh guru untuk membangun dan menemukan konsep sendiri selama proses pembelajaran dan tidak diberitahu secara langsung oleh guru mengenai konsep tersebut. Hal ini sesuai dengan konsep implementasi kurikulum 2013 yang mengubah proses pembelajaran dari siswa diberitahu oleh guru menjadi proses pembelajaran yang berorientasi supaya siswa mencari, membangun dan menemukan konsep sendiri. 

Uraian tersebut menunjukkan bahwa terdapat keterkaitan antara strategi pembelajaran inquiry dengan implementasi kurikulum 2013 dalam hal proses pembelajaran. Setiap tahapan pada strategi pembelajaran inquiry merupakan proses pembelajaran yang menghasilkan suatu kompetensi baik kognitif, afektif maupun psikomotor. Oleh karena itu, pada strategi pembelajaran inquiry, proses penilaian tidak terbatas pada hasil akhir yang diperoleh, tetapi pada setiap tahapan akan dijadikan sebagai bahan penilaian untuk melihat ketercapaian kompetensi yang diperoleh siswa. Hal tersebut sejalan dengan konsep implementasi kurikulum 2013 dalam hal proses penilaian yang tidak terbatas pada hasil atau output, tetapi penilaiannya pun mempertimbangkan proses untuk memperoleh hasil tersebut. Uraian-uraian di atas menunjukkan bahwa inquiry memiliki keterkaitan dan peranan dalam implementasi kurikulum 2013 dalam hal proses pembelajaran dan proses penilaian, inquiry dapat dijadikan sebagai salah satu strategi pembelajaran yang dapat diterapkan untuk mendukung kesuksesan implementasi kurikulum 2013.

Senin, 03 Juni 2013

PENGGUNAAN VIDEO PEMBELAJARAN SIFAT DISKONTINU MATERI PADA POKOK BAHASAN WUJUD ZAT DAN PERUBAHANNYA UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA SMP KELAS VII

PENGGUNAAN VIDEO PEMBELAJARAN SIFAT DISKONTINU MATERI PADA POKOK BAHASAN WUJUD ZAT DAN PERUBAHANNYA UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA SMP KELAS VII 
Abdul Latif, Wahyu Sopandi, Ali Kusrijadi 
Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI
 latifchemist@yahoo.com 

ABSTRAK
 Penelitian yang berjudul Penggunaan Video Pembelajaran Sifat Diskontinu Materi pada Pokok Bahasan Wujud Zat dan Perubahannya untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Siswa SMP Kelas VII bertujuan untuk mengetahui peranan penggunaan video pembelajaran sifat diskontinu materi terhadap peningkatan penguasaan konsep siswa SMP kelas VII. Penguasaan konsep pada penelitian ini meliputi penguasaan konsep level makroskopik, sub mikroskopik dan simbolik. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental, dengan desain penelitian nonequivalen control group dengan subjek penelitian sebanyak 76 orang yang terdiri dari 38 orang kelas eksperimen dan 38 orang kelas kontrol. Pada kelas eksperimen diberikan pengenalan konsep partikel dengan menggunakan video pembelajaran sifat diskontinu materi sebelum mempelajari pokok bahasan wujud zat dan perubahannya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tes tulis, angket dan pedoman wawancara. Berdasarkan pengolahan data dengan menggunakan SPSS 17.0 didapatkan hasil penelitian sebagai berikut : 1) Tidak terdapat perbedaan peningkatan penguasaan konsep level makroskopik yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol (p = 0,066). 2) Terdapat perbedaan peningkatan penguasaan konsep level sub mikroskopik yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol (p = 0,001) dan 3) Tidak terdapat perbedaan peningkatan penguasaan konsep level simbolik yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol (p = 0,632). Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan video pembelajaran sifat diskontinu materi memiliki peran dalam meningkatkan penguasaan konsep level sub mikroskopik secara signifikan pada pokok bahasan wujud zat dan perubahannya. Kata kunci : Video Pembelajaran Sifat Diskontinu Materi, Makroskopik, Sub mikroskopik, Simbolik, Wujud Zat dan Perubahannya. ABSTRACT The reasearch Use of Video Learning discontinuous material properties on Topic Matter and its Changes to Improve Student Mastery of Concepts Junior Class VII aims to determine the role of the discontinuous nature of the use of video learning materials to increase students' mastery of concepts junior class VII. Mastery of concepts in the research include the mastery of concepts macroscopic level, sub microscopic and symbolic. This study used a quasi experimental methods, research design nonequivalen control group with 76 people as research subjects consisting of 38 people experiment class and 38 people control class. In the experimental class given recognition particle concept using discontinuous nature of video learning materials before studying the subject states of matter and its changes. The instrument used in this research consisted of a written test, questionnaire and interview guides. By processing the data using SPSS 17.0. The research obtained results as: 1) There were no differences in mastery of the concept of significant macroscopic level between the experimental class and control class (p = 0.066). 2) There are differences in the mastery of the concept of sub-microscopic level significantly between the experimental class and control class (p = 0.001), and 3) There were no differences in the level of mastery of the concept of symbolic significantly between the experimental class and control class (p = 0.632). The results showed that the use of video learning materials discontinuous nature has a role in increasing the level of mastery of the concept of sub-microscopic significantly on the subject states of matter and its changes. Key word : Video Learning discontinuous material properties, macroscopic, sub microscopic, symbolic, states of matter and its changes

Senin, 06 Juni 2011

Killer Statement

Ada sebuah istilah komunikasi negatif dalam Kecerdasan Emosional yang disebut “Killer Statement”. Apa itu killer statement? Gampangnya, killer statement itu adalah segala bentuk pernyataan kita yang kita keluarkan, sadar maupun tidak, tetapi melukai dan mampu merusak mental maupun semangat orang lain.

Jenis-jenis killer statement ini, tanpa sadar kita dengar setiap hari, atau barangkali tanpa sadar kita keluarkan dengan maksud bercanda, memotivasi, tapi justru merusak. Nah, kalimat-kalimat perusak jiwa yang menghasilkan perasaan yang negatif pada diri seseorang itulah yang seringkali kita sebut killer statement.

Menariknya, sejarah dunia komik pun pernah mencatat akibat buruk dari killer statement yang pernah diterima oleh dua anak bernama Jerry Siegel dan Joe Shuster. Kisahnya begini. Di masa depresi yang melanda Amerika pada 1933, Jeery Siegel mempunyai ide menciptakan seorang tokoh pahlawan anak-anak yang mempunyai kemampuan luar biasa.

Tenaganya lebih kuat dari besi, bisa terbang dan asalnya dari planet lain. Maka, bersama dengan temannya yakni Joe Shuster yang pandai melukis, diciptakanlah untuk pertama kalinya gambaran manusia baja tersebut. Tetapi gambaran komik manusia super itu tidaklah begitu menarik. Kecaman dan kritikan diterima.

Selama enam tahun berturut-turut komiknya pun ditolak sana-sini. Hingga akhirnya, puncak kehancuran mental Siegel dan Shuster terjadi saat mereka mendengar ada editor dari Detective Comics yang membutuhkan komik strips. Lantas mereka pun mencoba menjual kepada mereka.

Tapi, saat membuka-buka dan melihat gambaran komik mereka, para editor pun tertawa dan berkata, “Wah, nggak akan ada yang percaya dengan ide komik seperti ini. Gambarnya murahan dan tak mungkin laku dijual”. Maka, karena sudah terlalu frustrasi dengan penolakan dan kalimat yang menghancurkan itu, Shuster dan Siegel akhirnya sepakat menjual komik serta segala hak ciptanya kepada Detective Comics hanya senilai US$130.

Perhatikan baik-baik, hanya seharga US$130 ! Tapi, itulah kesalahan terbesar Siegel dan Shuster akibat terlalu mendengarkan killer statement yang diterimanya. Karena, beberapa saat setelah komiknya dibeli, karakter komiknya ternyata menjadi pujaan.
Anda pasti bisa menebak. Itulah tokoh Superman, manusia Krypton dengan kemampuan terbang, penglihatan super serta kekuatan fisik yang luar biasa.

Komik Superman menjadi begitu laris, hingga difilmkan, karakternya menjadi tokoh idola anak-anak. Sementara Shuster dan Siegel, penciptanya yang pertama, hanya bisa gigit jari. Tokoh Superman menjadi populer dan meraup keuntungan miliaran dolar AS. Tapi tokoh penciptanya hanya mendapat US$130, bahkan hidup dalam utang dan kemiskinan.

Untungnya, pada 1975 setelah mendapatkan tekanan bertubi-tubi dari publik yang menganggap Detective Comics tidak berperikemanusiaan dengan membiarkan pencipta Superman hidup dalam miskin, akhirnya Detective Comics sepakat memberikan jaminan finansial. Tetapi, kalau kita melihat kembali, itulah harga dari sebuah killer statement yang telah menghancurkan karir dan kehidupan dua orang bocah bernama Shuster dan Siegel.

Pembaca, kisah ini kiranya membuat kita sadar akan bahaya dari killer statement dalam hubungan interpersonal kita. Memang, kadang killer statement ini diucapkan tidak dengan intensi yang negatif, tapi dampaknya, sungguh merusak! Namun, bisa juga killer statement ini diucapkan dengan maksud khusus untuk menjatuhkan mental orang yang mendengarnya.

Tip penting

Untuk itu, ada beberapa tip penting bagi kita. Pertama, hati-hati dengan killer statement yang mungkin kita ucapkan baik kepada anak kita, pasangan hidup kita, rekan kerja maupun bawahan kita. Killer statement ini menunjukkan bahwa kalimat yang diucapkan tanpa pertimbangan, bisa membunuh potensi, kemampuan maupun karakter baik seseorang.

Karena itu, kalaupun Anda sedang stress, sedang tidak dalam kondisi mood untuk bicara, merasa tidak puas dengan hasilnya, ataupun merasa tidak suka dengan apa yang Anda saksikan, usahakan untuk menghindari menggunakan kalimat yang bernada menghancurkan atau mencela.

Kedua, kita sendiri sebagai orang yang akan dan biasa menerima killer statement dari orang-orang di sekitar kita, lebih baik kita siapkan anti virus bagi kita sendiri. Anti virus ini berisi kalimat lain yang kita ucapkan pada diri kita sendiri, meskipun orang lain sudah mengatakan killer statement itu kepada kita.

Dalam workshop Kecerdasan Emosional yang kami lakukan, salah satu latihan yang kami berikan adalah dengan menggunakan kalimat penguatan positif yang cepat menetralkan meskipun orang lain telah mengatakan hal yang buruk kepada Anda.

Menariknya, juga di salah satu acara kontes menyanyi, ada seorang penyanyi kodang yang sudah tua, tapi diundang menjadi tamu untuk juri. Saat itu ada seorang penyanyi yang mendapat penilaian buruk dan akhirnya tersingkir. Saat sebelum mundur, si penyanyi tua ini memberikan nasihat, “Jangan pedulikan hasil penilaian ini buatmu. Yang penting adalah kuatkanlah dirimu terus. Sayapun tidak pernah menjuarai kontes menyanyi, toh dengan kegigihan, saya bisa menjadi seorang penyanyi. Teruslah berlatih dan buktikan dirimu bisa berhasil”. Wow, mata saya berkaca-kaca mendengar motivasi dari sang artis dan bintang penyanyi tua ini.

Sungguh suatu kata-kata penguatan yang luar biasa. Andapun harus mengatakan hal yang sama kepada diri Anda, saat Anda diberikan kata-kata negatif ataupun killer statement. Ingatlah pembaca, jangan sampai potensi dan kemampuan Anda dirusak oleh kata-kata dari kalimat orang yang tidak bertanggung jawab. Merekalah yang sebenarnya punya masalah dengan diri mereka. Jangan biarkan mereka merusak diri Anda. Jangan biarkan mereka mencuri mimpi Anda.

Sabtu, 11 Desember 2010

REMAJA ISLAM DAN MALAM MINGGU

Malam minggu bagi para remaja zaman sekarang adalah waktu yang ditunggu-tunggu. Bukan hanya sebagai waktu luang untuk melepaskan penat setelah seminggu bergulat dengan pelajaran, namun bagi sebagian remaja, malam minggu identik dengan tradisi hura-hura dan wakuncar (waktu kunjung pacar). Kegiatan ini mulai marak seiring dengan masuknya budaya barat yang lebih ‘membebaskan’ hubungan antara laki-;laki dan perempuan. Banyak remaja yang memanfaatkan waktu malam minggu atau malam ahad mereka untuk berhura-hura dan juga untuk ,wakuncar’(waktu kunjung pacar).

Seolah-olah sudah menjadi tradisi, bagi remaja yang tidak melakukan tradisi ini yakni pacaran dan hura-hura, dianggap kuper atau tidak gaul. Padahal kegiatan yang demikian itu jika dilihat dari segi manfaat lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya.. Bagi remaja Islam, kegiatan malam minggu hendaknya tidaklah demikian, karena remaja Islam sejati tidak akan mengikuti budaya orang-orang kafir.
Hura-hura dan wakuncar di malam minggu yang dilakukan remaja seperti jalan-jalan di mall, nonton film di bioskop, makan malam diluar menjadi agenda sebagian remaja yang terpengaruh oleh tradisi budaya barat. Mudharatnya kegiatan tersebut banyak sekali seperti pemborosan, berkhalwat dengan non muhrim, hingga dosa besar mendekati zina. Tidak ada manfaat yang dapat diambil dari kegiatan hura-hura dan wakuncar yang kini sering dilakukan oleh sebagian remaja. Sebagai remaja Islam, tentu harus berbeda dengan mereka yang melakukan kegiatan mubazir seperti di atas. Meski gejolak darah muda dalam diri seorang remaja mulai memanas, sehingga banyak alasan pembenaran yang dikemukakan seperti untuk semangat belajar, untuk belajar mengenal lawan jenis, untuk refreshing , karena cinta/sayang, dan lain-lain, alasan pembenaran kegiatan tersebut tentulah tidak tepat dengan syariah agama Islam. Islam adalah agama keselamatan bagi umat manusia, karenanya para remaja Islam tentu harus mengikuti syariah agama agar bisa selamat di dunia dan di akherat.
Sebuah perenungan yang patut direnungkan melalui akibat-akibat tradisi malam mingguan yang sudah berlangsung selama berpuluh tahun ini Pertama, berapa banyak remaja menikah di usia dini akibat hamil di luar nikah, berapa banyak kasus perkosaan yang terjadi tiap tahun, berapa banyak bayi-bayi tak berdosa yang tak memiliki bapak atau pun mati mengenaskan di tempat sampah?, berapa banyak remaja yang kini berani beradegan mesum dan kemudian dipublikasikan?Jika jawabannya banyak, maka masihkah pantas tradisi seperti ini tetap dipertahankan di kalangan remaja?Jika mudharat yang dibawa tradisi malam mingguan seperti di atas ternyata terbukti sangat banyak dan tentu membahayakan masa depan para remaja, sanggupkah para remaja sekarang merubahnya? Bagi para remaja Islam sejati, kenyataan ini seharusnya menjadikannya sanggup menjadi pelopor perubahan itu dengan membangun aqidah dan akhlaq Islamiyah yang kuat dan mengaplikasikannya dalam kebiasaan hidup sehari-hari.
Malam minggu/ahad dan hari ahad hendaknya dijadikan sebagai waktu yang lebih bermanfaat dan lebih produktif. Zaman yang semakin sulit seperti sekarang ini, seharusnya disadari para remaja untuk lebih produktif dan berprestasi demi menunjang masa depannya kelak. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan dalam mengisi malam minggu/ahad dan hari ahad yang lebih bernilai positif, antara lain mengikuti klub atau kursus yang mendukung pengembangan bakat, sehingga pada akhirnya dapat menambah tabungan dan lebih mandiri dengan memanfaatkan kemampuan/bakat yang dimiliki tersebut.Kegiatan positif ini juga harus diiringi dengan peningkatan kualitas aqidah dan akhlak islamiyah. Dengan demikian, hidup seorang remaja Islam sejati akan lebih berarti dan insyaAlloh mendapat ridho dari Alloh SWT.
Kehidupan masa remaja Rasulullah SAW dapat menjadi suri teladan, dimana masa remaja Beliau dilalui dengan perjuangan dan kerja keras diiringi dengan akhlaq yang terpuji. Hasilnya sangat luar biasa, Beliau menjadi seorang pemimpin yang sangat disegani sekaligus ditakuti oleh seluruh bangsa di dunia. Memanglah tepat, masa remaja seharusnya tidaklah dihabiskan dengan hura-hura dan mengikuti nafsu duniawi namun digunakan untuk menempa kemampuan diri dan pribadinya sebagai bekal hidup di hari kemudian. Masa remaja merupakan masa emas dimana banyak impian, cita-cita, dan harapan tinggi dalam genggaman erat untuk diwujudkan. Jika masa remaja hanyaa dihabiskan hanya dengan mengikuti nafsu duniawi saja, hasilnya sungguh luar biasa sangat rugi. Kelak akan hidup terlunta-lunta dan menderita tidak hanya di dunia namun juga di akherat nanti.
Na’udzubillahimindzalik. Wallahu’alam bi shawab.....

Senin, 06 Desember 2010

Doa Akhir dan Awal Tahun

DOA AKHIR TAHUN

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Wa sallallaahu ‘ala sayyidinaa wa maulaanaa Muhammadiw wa ‘alaa aalihi wa sahbihii wa sallam.
Allaahumma maa ‘amiltu fi haazihis-sanati mimmaa nahaitani ‘anhu fa lam atub minhu wa lam tardahuu
wa lam tansahuu wa halimta ‘alayya ba’da qudratika ‘alaa uquubati wa da’autani ilattaubati minhu
ba’da jur’ati alaa ma’siyatika fa inni astagfiruka fagfirlii wa maa ‘amiltu fiihaa mimma tardaahu wa
wa’attani ‘alaihis-sawaaba fas’alukallahumma yaa kariimu yaa zal-jalaali wal ikraam,an tataqabbalahuu

minni wa laa taqta’ rajaa’i minkaa yaa kariim, wa sallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadiw wa ‘alaa ‘aalihii wa sahbihii wa sallam

Artinya:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami nabi Muhammad SAW,
beserta para keluarga dan sahabatnya.
Ya Allah,segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu,sedang kami belum bertaubat,padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya,dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat.Karena itu ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu.
Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai

dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan,semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah.
Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad,keluarga dan sahabatnya.

Amin yaa rabbal ‘alamin.

nb : Doa akhir tahun dibaca waktu Ashar, sesudah sholat Ashar.

DOA AWAL TAHUN

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim

Wa sallallaahu ‘alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammadiw wa ‘alaa ‘aalihi wa sahbihii wa sallam.
Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwal, wa ‘alaa fadlikal-’azimi wa juudila-mu’awwali,wa hazaa ‘aamun jadidun qad aqbala nas’alukal ‘ismata fiihi minasy-syaitaani wa auliyaa’ihi wa junuudihi wal’auna ‘alaa haazihin-nafsil-ammaarati bis-suu’i wal-isytigaala bimaa yuqarribuni ilaika zulfa yaa zal-jalaali wal-ikraamin yaa arhamar-raahimiin, wa sallallaahu ‘alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammadiw wa ‘alaa ‘aalihi wa ashaabihii wa sallam

Amin yaa rabbal ‘alamin

Artinya:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya.
Ya Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung.
Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya.
Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan,agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan
kami Nabi Muhammad SAW,beserta para keluarganya dan sahabatnya.

Amin yaa rabbal ‘alamin

NB : Doa ini dibaca setelah sholat maghrib

Semoga bermanfaat :) Mohon koreksi nya jika ada kesalahan

Jumat, 26 November 2010

MUSLIM VISIONER

Ketika kita berbicara tentang muslim visioner, maka kita sebenarnya sedang berbicara tentang “kaefa an akuna” (bagaimana seharusnya aku ). Oleh karena itu kita akan menjawab apa itu visi seorang Muslim.
Kalau kita cermati dalam surah Ash Shof ayat 12-13 kita akan mendapati dengan jelas visi tersebut, perhatikan ayat-ayat ini:
“Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman”.(QS.Ash Shof 12-13).
Visi seorang muslim adalah;
1. Surga
2. Kemenangan agama Allah di muka bumi
Visi ini menuntut seorang muslim tidak sekedar menjadi orang yang baik secara pribadi, akan tetapi keislaman seseorang menuntutnya untuk menjadi salah satu dari penolong-penolong agama Allah. Oleh karenanya akan dapat kita fahami dengan jelas bahwa kedua visi tadi akan terwujud manakala seorang muslim terlibat langsung dalam perjuangan. Mari sama-sama kita simak ayat ini:
“ Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat me-nyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui”.(QS.Ash Shof 10-11).
Tidak bisa tidak kecuali seorang muslim harus beriman kepada Allah dan RosulNya dengan menjalankan seluruh konsekuensi keimanannya, dan berjuang di jalan Allah dengan harta dan jiwanya.
Dari sini saya melihat, bahwa seorang muslim haruslah mengintegrasikan keimanan dan perjuangan Islam dalam kepribadiannya secara utuh, sehingga ketika hal ini di lakukan, maka orientasi yang terbangun pada diri seorang muslim akan jelas, ia menjadi seorang hamba Allah yang sholih secara pribadi dan melakukan amal-amal sholeh yang terencana dan terukur. Ketika amal-amal sholeh di lakukan dengan penuh perencanan dan bisa di ukur, maka di harapkan kemenangan Allah akan segera datang yaitu ampunan Allah untuk kita dan tegaknya agama Allah dalam kehidupan kita.
Terlebih ketika dalam ayat selanjutnya dengan jelas Allah memerintahkan kepada orang yang beriman untuk menentukan sikap di antara dua golongan, menjadi penolong agama Allah atau menjadi orang kafir:
“ Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa Ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; Maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang”.(QS.Ash Shof:14).
Seorang muslim yang benar-benar memahami tentang visi ini, ia akan menjadi muslim yang visioner dengan kriteria-kriteria berikut ini:
1. Ia benar-benar beriman kepada Allah dan RosulNya.
2. Ia menjadi orang yang sholeh secara pribadi.
3. Meningkatkan dari kesholehan pribadi menjadi kesholehan sosial, yaitu dengan melakukan Amal-amal sholeh yang bisa di rasakan manfaatnya oleh orang lain.
4. Kesholehan sosial ini ter frame dalam sebuah gerakan bersama-bersama, yang terkordinir dengan rapi, dalam rangka menegakkan keinginan-keinginan Allah yaitu mewujudkan masyarakat madani yang di atur oleh aturan-aturan Allah, dan aturan-aturan itu berbentuk aturan yang di sepakati secara bersama dan mempunyai kekuatan hukum secara yuridis.
5. Untuk mencapai tujuan diatas, sorang muslim visioner mampu untuk mengerahkan seluruh potensi yang di milikinya, pikiran, tenaga, bahkan harta dan jiwa demi terealisasinya cita-cita Islam tersebut.
6. Seluruh gerakan hidupnya, merupakan imple- mentasi dari pemahamannya yang utuh terhadap arti Ibadah “sesungguhnya sholatku, qurbanku, hidup dan matiku hanya untuk Allah”.
Namun yang menjadi persoalan sekarang adalah banyaknya orang muslim yang menjadikan ruang lingkup Islam menjadi sempit, memahami ibadah sebatas ritual rutinitas, bahkan memahami amal sholeh sekedar amal pribadi yang tidak ada implikasi hasilnya pada orang banyak.
Padahal tingkatan paling rendah dalam beriman adalah, menyingkirkan hal yang bisa mengganggu perjalanan orang. Ini menunjukkan implikasi keimanan seseorang harus bisa dirasakan manfaatnya oleh orang lain. Sehingga tidaklah heran ketika Rosulullah bersabda yang di riwayatkan oleh Ibnu Umar Ra:
“ orang yang paling di cintai oleh Allah adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain, dan pekerjaan yang paling di cintai Allah, menjadikan seorang muslim bahagia atau menghilangkan kesusahannya atau membayarkan hutangnya atau menghilangkan laparnya. Sungguh saya berjalan memenuhi hajat saudaraku lebih aku sukai dari pada beriktikaf satu bulan lamanya di masjid Madinah ini.”(Mu’jam Ausath : 2/140).
Banyak kita dapati orang-orang yang berhati lembut, berjiwa ramah dan rahmah, kalaulah mereka mau berkumpul dan bergandengan tangan, maka amal-amal sholeh mereka akan menjadi sebuah gerakan positif yang kuat, yang bisa menjawab pelbagai permasalahan social umat sekarang ini.